Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

SAYA INGIN PUNYA PILIHAN

Puisi oleh Prof. Ing. Fahmi Amhar Sebenarnya saya tidak ingin golput Saudara ! Saya ingin memilih orang-orang shaleh yang cendekia, yang peduli pada nasib rakyat, amanah saat bekerja, dan berani menentang arus koruptif yang merajalela. Tapi di manakah orang-orang langka itu kini berada ? Ternyata mereka tidak dicalonkan oleh partai-partai yang ada ... karena mereka bukan kader, bukan kerabat atau teman ketua, juga tidak mampu mempersembahkan "gizi" dan "amunisi" yang diminta. Kalaupun dicalonkan, mereka ditaruh di dapil-dapil kering merana, yang insya Allah di situ partai akan sedikit mendulang suara. Lantas saya harus memilih siapa ? Sebenarnya saya tidak ingin golput Saudara ! Saya ingin memilih partai yang serius membangun bangsa, mengedukasi rakyat tentang politik luhur tak hanya jelang pilihan raya, mengadvokasi rakyat ketika ada yang salah pada kebijakan penguasa, mengagregasi rakyat agar bersatu dalam bhinneka tunggal ika, dan mengartikulasi ...

KISAH KESETIAAN SEORANG PRAJURIT OTTOMAN TERHADAP AL-QUDS

Pada tahun 1972 M, di salah satu sudut halaman Al-Masjidil Aqsha, tampaklah seorang lelaki berumur 90-an tahun yang mengenakan pakaian tentara Turki Utsmani yang sudah dipenuhi tambalan di sana sini. Ada penutup kepala khas di kepalanya. Ia berdiri di pojok situ dengan penuh gagah perkasa. Pemandangan ini menarik perhatian seorang wartawan Turki bernama Ihan Birdigji, maka ia pun mendatanginya dan mengajaknya untuk berdialog. Dari obrolan itu, diketahuilah bahwa lelaki tua itu bernama Hasan Ugdirli, seorang tentara Turki Utsmani di zaman khilafah Utsmaniyah. Pangkat terakhir yang disandangnya adalah al’irrif yang berarti kopral, atau bahkan sersan, bergantung terjemahan yang dipergunakan dalam peristilahan sekarang. Irrif Hasan al-Ugdirli menceritakan bahwa pada tahun 1917 M, Palestina terjatuh menjadi tanah jajahan Inggris setelah kekalahan pasukan Turki Utsmani. Saat itu, ada 53 tentara Turki Utsmani yang menolak untuk keluar dari kota Al-Quds, mereka tetap dengan penuh tekad...

Menikmati Rizqi

Oleh Salim A. Fillah Inspiasi menjelang Rehat Makanan lezat dapat diburu, hidangan mahal dapat dibeli. Untuk menikmati racikan seorang Chef Bintang Lima Michelin di Kota Paris, kita harus mengajukan reservasi jauh-jauh hari, dengan uang pangkal yang cukup untuk biaya hidup di Yogyakarta selama berbulan tanpa ngeri. Tapi nikmatnya makan adalah rizqi, Allah Yang Maha Memberi lagi Membagi. Seorang bapak di Gunung Kidul yang mencangkul sejak pukul 07.00 pagi, di jam 10.30 didatangi sang istri. Sebuah bakul tergendong di punggungnya, dengan isi amat bersahaja. Nasi ketan bertabur parutan kelapa. Sementara cereknya berisi teh panas, wangi, sepet, kenthel, dan legi. Peluh dan lelah menggenapkan rasa nikmat di tiap suapan sang belahan jiwa. Senyum mereka tak terbeli oleh berapapun harga. Ranjang paling empuk dapat dibeli. Kamar tidur paling mewah dapat dirancang. Hotel berlayanan bintang tujuh, Burj Al 'Arab di Dubai dapat menyediakan ruang rehat dengan sewa semalam seharga membangun...

Dibalik Bencana Garut

Copas dari Tim Relawan Bencana Garut... Allah memberikan Pelajaran dari bencana Garut. Oleh : Almisky Hari ini adalah hari pertama saya bisa membantu orang yang terkena bencana. Ya, bencana yang tak diduga, Bencana Garut. Saya bergegas bersama teman-teman saya, bisa dibilang mewakili kampus kami. Tapi tidak resmi, hanya inisiatif kebanyakan teman-teman saya dan dukungan para dosen. Kita semua berduka dengan Bencana Garut, #PrayForGarut. Mayat bayi-bayi berserakan. Nenek-nenek yang tidak bisa melarikan diripun ikut terseret air. Bahkan, ditempat saya ikut berbersih, ada 2 mayat yang membuat saya kaget, 2 bayi mungil yang sudah tertutup lumpur. Sedih, campur rasa takut, karena ini pertama kali saya menyaksikan langsung bencana yang membuat histeris banyak keluarga. Yang pasti, semua ini tidak lepas dari takdir Allah yang Maha segalanya. Saya bukan ahlinya untuk mengangkat mayat, karena ditempat tersebut ada bagian evakuasi mayat, maka saya beritahu kepada mereka untuk bantu ...

Teori Gigi Busuk

Kemarin ada saudara saya yang mengeluh sakit gigi, sudah terasa setahun lalu, namun sudah sebulan lebih rasanya makin senut-senut! Buat kerja gak enak, buat makan gak nikmat, buat tidur gak nyenyak.. pokoknya kalau kumat sangat menyiksa. Masalahnya dia takut dengan dokter, jadi kalo nyeri melanda dia hanya beli obat di apotik, minum sebentar, ilang, besok kumat lagi... aduh iyung.. aduh iyuuung lagi! Ketika kemarin dia pas ke Jogja, langsung saya paksa ke dokter gigi, tarik, masukkan mobil, kunci pintunya hehe.. sama dokter diminta untuk di rontgen karena bagian gigi paling belakang. Dari hasil fotonya dirujuk ke dokter bedah mulut, ternyata gigi geraham belakangnya posisi miring, menghunjam gigi di depannya sampai keropos, berlubang parah sampai syarafnya kena.. pantess! Besoknya langsung saya minta diangkat giginya, saya tunggui di ruang eksekusi, setelah proses selama hampir 45 menit yang dramatis, dokternya keringetan karena si pasien teriak haoooo... haoooo!! Brisik! Hehehe.. M...

BEBAN PSIKOLOGIS ANAK MONDOK USIA DINI

Dia berdiam seorang diri menatap hamparan sawah sambil termenung. Sementara teman-teman lainnya asik bercengkrama di kamar asrama. Aku lihat dia melihat ku duduk di atas tikar yang kami gelar karena kebetulan tidak kebagian saung dan dia berjalan menghampiri. Ibu altaf, mamaku belum kesini. Padahal janjinya hari ini ke sini katanya dengan wajah murung. Oh... mau telepon mama nanya jam berapa berangkat ke sini shalih? Tanyaku Ia mengangguk dan wajahnya jadi sumringah. Kupinjamkan HP, dan dia bercakap di depanku... Mama jadi kesini jam berapa? Tanyanya.... Wajahnya tiba-tiba berubah, matanya berkaca-kaca. Oh .... iya.... iya udah gak apa-apa... tapi nanti mama jenguk aku yaa?? Kapan ma?? Wajahnya terlihat semakin kecewa dan air matanya mulai jatuh, di serahkan hp yang masih tersambung. Halo.. assalamualaikum... mama... gimana? Tanyaku... Iya bu... tolong kasih pengertian anak saya yaa... saya gak bisa jenguk. Sebenernya sih kita emang gak mau sering jenguk, karena kita gak mau...

Tadarus Al Qur'an

Istilah tadarus semakin populer di bulan Ramadan ini. kegiatan ini tak hanya dilakukan di masjid atau musala, tapi juga di rumah. Banyak muslimin yang membaca Al-Quran dari awal hingga khatam. Istilah tadarus sebenarnya agak berbeda antara bentuk kegiatan dan makna bahasanya. Tadarus yang lazim dilakukan saat ini adalah berbentuk sebuah majelis di mana para pesertanya membaca Al-Quran bergantian. Satu orang membaca dan yang lain menyimak. Sedangkan dari makna bahasa, tadarus berasal dari asal kata darosa-yadrusu, yang artinya mempelajari, meneliti, menelaah, mengkaji, dan mengambil pelajaran. Lalu ketambahan huruf ta' di depannya sehingga menjadi tadaarosa-yatadaarosu, maka maknanya bertambah menjadi saling belajar atau mempelajari secara lebih mendalam. Adapun kegiatan 'tadarusan' yang sering dijumpai, sepertinya nyaris tanpa pengkajian makna tiap ayat, yang ada hanya sekadar membaca saja. Terkadang benar dan tidaknya bacaan tidak terperhatikan karena tidak ada ustadz y...

APA YANG TIDAK BISA DILAKUKAN DENGAN SIHIR ?

Oleh: Prof. Dr. Ing. H. Fahmi Amhar Epic "Harry Potter" karya J. Rowling menceritakan dunia sihir khayalannya dengan lebih rasional. Tetapi hal ini hanya dapat kita ketahui kalau kita membaca novelnya, karena tidak pernah muncul di filmnya. Ada 4 hal yang tidak bisa dilakukan dengan sihir, kata Dumbledore kepada Harry, yaitu: 1. Menciptakan uang 2. Menciptakan makanan 3. Mendatangkan cinta 4. Menghidupkan orang mati. Meski uang di dunia sihir adalah galeon emas yang tidak pakai nomor seri seperti uang kertas "muggle" (manusia biasa), tetapi sihir paling hebat pun tidak mampu menciptakan galeon. Sihir hanya mampu menciptakan leprechaun (emas palsu), yang di awal mirip emas, tapi lama-lama hilang. Leprechaun hanya dipakai untuk hiburan anak-anak. Sihir Dumbledore di jamuan makan di Hogwart hanya memindahkan makanan yang sudah disiapkan para peri rumah di dapur Hogwart ke meja makan, tidak menciptakan makanan itu dari ketiadaan. Makanya ketika Sirius Black lari...