Kyai Tasmat dan Seorang Santri
Renungan
KHILAFAH JANJI ALLAH DAN BISYARAH NABAWIYAH : Jangan-jangan Kita yg Tidak Mau...
KYAI "TASMAT"
=============
KYAI : "Kamu itu jangan terlalu bersemangat..!!"
SANTRI : "Dulu Kyai pernah memberi NASIHAT
--yang selalu kami ingat--
bahwa dengan SEMANGAT,
perjuangan akan terasa NIKMAT…"
KYAI : "Semangat ya semangat, tapi ingat,
UMAT BELUM SIAP diajak berjuang untuk
menegakkan KHILAFAH..!!"
SANTRI : "Kalau memang BELUM SIAP, ya mari
kita SIAPKAN, Kyai…"
KYAI : "Wah, ya BELUM BISA kalau sekarang..!!"
SANTRI : "Kalau TIDAK SEKARANG, lalu kapan, Kyai..?"
KYAI : "Ya NANTI, kalau SUDAH MEMUNGKINKAN…
Sekarang MASIH TERLALU BERAT..!!"
SANTRI : "Kalau MASIH BERAT, ya mari kita KERJAKAN
BERSAMA-SAMA, Kyai,
agar PENYIAPAN UMAT menjadi RINGAN…"
KYAI : "Aduh-aduh-aduuuuuh, kamu ini kok
memaksa terus ya..?! Sudah-sudah… Pokoknya
sekarang B-E-L-U-M B-I-S-A..!! TITIK..!!"
SANTRI : "Yach, kami mohon maaf, Kyai. Ternyata Kyai
BELUM SIAP ikut andil dalam perjuangan ini…
Tapi alhamduliLLAH, Kyai… Sekarang DIMANA-
MANA sudah BANYAK UMAT yang
BERGABUNG ke barisan pejuang KHILAFAH,
termasuk PARA ALUMNI Pesantren ini.
Dan kami BERHARAP agar Kyai kiranya dapat SEGERA
BERGABUNG untuk menunaikan
KEWAJIBAN TERBESAR
MENEGAKKAN KHILAFAH bersama kami…"
KYAI : "……………………..................."
SANTRI : "Mohon maaf Kyai... Kami mohon pamit, Kyai. Assalaamu'alaikum…"
KYAI : "… 'Alaikum salaam…"
***
Kyai TASMAT menuding "UMAT BELUM SIAP".
Padahal yang "BELUM SIAP" justeru "Kyai TASMAT" sendiri.
Inilah KARAKTER "TASMAT": selalu BERKELIT
"menga-(TAS)-namakan u-(MAT)".
Bersembunyi di balik KEDOK UMAT..!
Komentar