Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Kala Pengadilan Memvonis Potong Tangan Muhammad Al Fatih

KALA PENGADILAN MEMVONIS POTONG TANGAN SULTAN MUHAMMAD AL FATIH Sultan Muhammad Al Fatih, Sang Penakluk, divonis oleh Mahkamah Syariat agar tangannya dipotong. Vonis itu dikeluarkan oleh qadhi, karena Sultan Al Fatih memerintahkan memotong tangan seorang insiyur Romawi. Sultan Al Fatih mematuhi perintah pengadilan itu. Bagaimana ceritanya? Sultan Al Fatih secara nyata membuktikan kebenaran Hadist Rasulullah akan takluknya Konstantinopel di tahun 1453. Penaklukkan itu membuat gempar seantero dunia. Sultan Al Fatih kemudian mengubah Konstantinopel menjadi pusat ibukota Utsmaniyah. Selama kepemimpinan Sultan Al Fatih, Utsmaniyah mencapai puncaknya. Kehidupan berjalan baik dan maju. Namun hasrat Sultan Al Fatih untuk terus menaklukkan tak terhenti. Bahkan dia sempat merangsek menuju kota Roma. Hal inilah yang membuat penguasa Roma, mengungsi dari singgasananya. Meski demikian, kepemimpinan Sultan Al Fatih di dalam negeri bisa dibilang cukup adil. Hukum yang diterapkan benar-benar berwi...

BUKAN SEKEDAR BERKUASA

M. Ismail Yusanto: Bukan Sekedar Menjadikan Orang Islam Berkuasa Apa sih yang Parpol Islam perjuangkan? Ada tiga kemungkinan. : √Pertama/, hanya ingin orang Islam berkuasa. √ Kedua, ingin orang Islam berkuasa dan sekedar mewarnai, misalnya hanya dengan merubah aspek moralitasnya. √ Ketiga, ingin orang Islam berkuasa, sekaligus bisa memimpin dengan cara Islam. Kalau yang kita maui itu yang ketiga, maka perjuangan yang dilakukan bukan sekedar menjadikan orang Islam berkuasa, tetapi bagaimana juga agar sistem yang berjalan itu adalah sistem Islam. Karena hanya bila sistem Islam itu berjalan maka dia bisa memimpin dengan cara Islam. Sebab kalau sistem Islam itu tidak berjalan maka dia tidak akan mungkin memimpin dengan cara Islam. Agar sistem Islam berjalan berarti kita memerlukan perjuangan politik yang ideologis. Karena ini memerlukan perubahan sistem, dari sistem yang lama ke sistem yang baru. Itulah yang disebut dengan perubahan ideologis. Perubahan ideologis i...

THE INEVITABLE CALIPHATE

Oleh: Muhammad Ismail Yusanto Salah satu cara untuk ‘melunakkan’—sekarang progam seperti ini lebih dikenal dengan istilah deradikalisasi—tokoh Islam di Indonesia adalah dengan mengajak mereka berkunjung ke sejumlah negara Barat, terutama AS. Dengan melihat langsung kondisi fisik, sosial dan ekonomi di sana diharap mereka menjadi lebih mengerti “keindahan, ketertiban dan kemakmuran” yang bisa dicapai negara-negara Barat yang sering dicap sebagai sekular. Maksudnya, tanpa Islam pun, semua kebaikan dan kemajuan itu bisa dicapai. Jadi mengapa mesti ngotot memperjuangan Islam sebagai dasar negara? Mungkin terdengar lucu, apa iya hanya dengan berkunjung sesaat orang bisa berubah? Tapi, itulah faktanya. Sudah ratusan, bahkan mungkin ribuan pimpinan pesantren, tokoh ormas Islam, juga tokoh pemuda Islam yang mengikuti program ini. Beberapa waktu lalu bercerita pada saya satu tokoh pemuda dari ormas yang banyak mempunyai pesantren di Indonesia, bahwa ia dan b...

Hukum Arisan

 Arisan adalah kegiatan sekelompok orang untuk mengumpulkan uang atau barang yang nilainya sama secara teratur dalam periode tertentu, kemudian dilakukan undian untuk menentukan siapa yang memperoleh kumpulan uang atau barang tersebut. Kegiatan pengumpulan uang atau barang dan undian ini dilaksanakan secara berkala sampai semua anggota kelompok memperoleh arisan. Dalam bahasa Arab, arisan disebut “jam’iyyah al muwazhzhafiin” seperti judul kitab tentang hukum arisan dalam fiqih Islam, yaitu Jam’iyyah Al Muwazhzhafin wa Ahkamuha fi Al Fiqh Al Islami yang ditulis Syeikh Abdullah bin Abdul Aziz Al Jibrin. (http://www.mktaba.org). Menurut Syeikh Abdullah bin Abdul Aziz Al Jibrin, hukum syara’ yang dapat diterapkan untuk arisan adalah hukumqardh (pinjaman). Misal 3 (tiga) orang bernama A, B, dan C mengadakan arisan mingguan, masing-masing membayar 100 ribu. Pada minggu pertama, misal keluar nama A dengan mendapat uang arisan 300 ribu. Berart...

*SEJARAH PENJAJAHAN NEGERI ISLAM ARAKAN*

Arakan, wilayah di mana mayoritas Muslim Rohingya tinggal, sudah ada bahkan sebelum Negara Burma lahir setelah diberi kemerdekaan oleh Inggris pada tahun 1948. Kaum Muslimin di sana telah berabad-abad tinggal sebagai kesultanan Islam yang merdeka. Justru yang terjadi adalah penjajahan oleh kerajaan Budha dan Kolonial Inggris di negara itu. Para sejarawan menyebutkan bahwa Islam masuk ke negeri itu tahun 877 M pada masa Khalifah Harun ar-Rasyid. Saat itu Daulah al-Khilafah menjadi negara terbesar di dunia selama beberapa abad. Islam mulai menyebar di seluruh Birma ketika mereka melihat kebesaran, kebenaran, dan keadilannya. Kaum Muslimin memerintah propinsi Arakan lebih dari tiga setengah abad antara tahun 1430 hingga tahun 1784 M. Penderitaan Muslim di sana mulai terjadi saat penjajah kerajaan Budha maupun kolonialis Inggris menjajah negeri itu. Berikut tahun-tahun penting penderitaan Muslim Rohingya. 1784 M : Kerajaan Budha berkoalisi menyerang provinsi dan menduduki wilayah Araka...

Kejutan Menyedihkan

Kejutan Menyedihkan Itu: Pembubaran HTI *Aku bukan orang HTI, tetapi aku mengenal mereka dari hari ke hari. Jadi aku menulis ini... Lihat berita hari ini? Itulah yang membuat aku 'bete' dari pagi. Telepon dari rekan media saat usai shubuh tadi, membuatku tertegun. "Wid, kamu banyak kenal dengan orang-orang HTI. Mungkin kamu bisa menganalisa tentang Perppu Ormas. Muaranya itu bakal kemana..." suara itu lalu seakan menghilang. "Ya, saya tahu" sahutku, sambil mematikan ponsel. Aku lalu duduk di balai bambu, sambil menanti 'munculnya' Gunung Salak dari balik kabut. Tapi kabut begitu tebal. Ini jadi seperti pertanda buruk! Agak siang, Bu Endang Sri dari Hizbuth Tahrir Indonesia (HTI) mengirimkan pesan via Whatsapp. Beliau meminta komentarku soal Perppu Ormas, sebagaimana mereka meminta pendapat juga pada para tokoh agama, masyarakat, pemuda, dan wanita. Beliau sempat kirim gambar stiker sedih, aku mencoba menghibur. Mengajak tertawa, meski mungkin ...

SELANGKAH LAGI, KHILAFAH (LAGI)

Babak keempat era akhir zaman sebagaimana disampaikan Nabi adalah: MULKAN JABRIYYAN. Inilah saat penguasa akan memaksakan kehendaknya (baca: diktator). Inilah sebuah era baru, di mana para pengemban dakwah bisa mengalami fitnah dan ujian dakwah yang lebih hebat dibandingkan sebelumnya. Para pengemban dakwah tangguh yang pernah mendengar kabar gembira Rasulullah SAW ini tentu tidak gusar, dan tidak menyurutkan langkah dakwahnya meski hanya sejengkal. Sebab mereka tahu bahwa periode setelah itu adalah step kelima: tsumma takunu khilafah ala minhajin nubuwwah... Kemudian akan datang masa khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Selangkah lagi, teman... Lanjutkan perjuangan. Sampai kita menang. Atau ajal lebih dulu datang. Allahu Akbar... M. Ihsan Abdul Jalil

Fatwa Ulaman Salathin.

____ Duhai yg dimuliakan Paduka Syaikh Abdul Aziz ibn Abdullah Al Shaikh... Jika untuk mengembargo Qatar engkau keluarkan fatwanya. Lalu, kemanakah fatwamu bagi embargo Israel dan atau Amerika Serikat? Apalagi di saat Masjid Al Aqsha As Syarif dan umat Islam saat ini dinista oleh mereka? Bahkan, salah satu Imam Masjid Al Aqsha saat ini terluka oleh peluru tajam tentara zionis Israel. Tidakkah engkau mendengarnya? Kapankah engkau 'kan berfatwa? Kutunggu fatwamu duhai Paduka... *** SURAT dari Mufti Agung Qatar Syaikh Anwar Albadawi kepada Mufti Agung Arab Saudi Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Al Shaikh: رسالة إلى سماحة مفتي السعودية (Pesan untuk Grand Mufti Arab Saudi) “Wahai Mufti yang terhormat, engkau berfatwa bahwa apa yang dilakukan Saudi terhadap Qatar berupa boikot dan blokade adalah untuk kebaikan masyarakatnya. Di akhi...

HTI DIBUBARKAN, PEMERINTAH MULAI BERTINDAK DIKTATOR

Oleh Yusril Ihza Mahendra Pagi ini Kemenhumkan dengan resmi telah mencabut status badan hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) disertai dengan pembubaran ormas yang berstatus badan hukum perkumpulan atau vereneging itu. Kewenangan Pemerintah, dalam hal ini Menkumham, mencabut status badan hukum dan sekaligus membubarkan ormas tanpa proses peradilan, adalah kewenangan yang diberikan oleh Perpu No. 2 Tahun 2017 yang kontroversial itu. Saya sejak awal mengatakan bahwa Perpu ini membuka peluang bagi Pemerintah menjadi diktator. Pemerintah secara sepihak berwenang membubarkan ormas tanpa hak membela diri dan tanpa "due process of law" atau proses penegakan hukum dan adil dan benar sesuai asas negara hukum yang kita anut. Pemerintah sebagaimana berulangkali ditegaskan oleh Menko Polhukam Wiranto, telah dengan sesat pikir menerapkan asas "contrarius actus" dalam hukum Romawi ke hukum nasional kita. Dengan asas itu, menurut Menko Polhukam, Pemerintah yang berwenang "me...

Zainab al-Ghazali Sang Singa Mesir

Copas ulang kisah penuh juang... wanita ulama pejuang yg tak banyak dikenal publik... 😭😭😭 *Zainab al Ghazali, Sang Singa Wanita Mesir :* *Anjing Pun Tahu Mana Ulama Mana Penjahat!* Sore itu, pertengahan Februari 1964, hujan mengguyur Kairo. Sebuah kecelakaan lalu lintas menghantar Zainab Al-Ghazali, pemimpin Jamaah Muslimat, masuk Rumah Sakit Heliopolis. Ia mengalami gegar otak dan retak tulang paha. Operasi pembedahan tulang paha dilakukan di RS Madhar ‘Asyur, Kairo. Kecelakaan itu ternyata memang disengaja untuk menyingkirkan Zainab, yang dilakukan pemerintahan Presiden Gamal Abdul Nasser – mobil yang dikendarainya ditabrak dari belakang hingga terguling. Pasalnya, organisasi yang dipimpinnya tidak disukai pemerintah. Terbukti, dengan adanya surat keputusan pembubaran Jamaah Muslimat yang sengaja dikirim kepada Zainab ketika masih dirawat di RS. Itu merupakan tindak lanjut larangan terbit majalah wanita Muslimat, yang dipimpin Zainab. “Sec...

KELEZATAN MAKSIAT DAN TAAT

Kelezatan Maksiat dan Taat Oleh : KH. Hafidz Abdurrahman al-Hafidz Ibn al-Jauzi, dalam kitabnya, Shaid al-Khathir, menuturkan bahwa andai saja orang yang melakukan maksiat menyadari, betapa kenikmatan maksiat itu hanya sesaat, kemudian setelah itu dia merasakan akibat kemaksiatannya, yaitu kemurkaan Allah, dosa dan siksa-Nya, maka orang itu tidak akan sanggup melakukan maksiat. Namun, yang terjadi adalah, orang itu terpesona dengan kenikmatan sesaat. Betapa tidak, orang berzina, hanya bisa merasakan nikmatnya zina saat sebelum dan setelah puncak kepuasan seksualnya. Itu pun tidak lama, tetapi setelah itu dia menderita. Bahkan, aibnya pun tak terperi. Terlebih, jika zinanya itu menghasilkan anak haram, maka beban itu akan ditanggung seumur hidup. Tetapi, ada orang yang melakukan maksiat, berzina dan berzina, mencuri dan mencuri, makan riba dan makan riba, anehnya tetap merasa tidak ada masalah. Baginya, kemaksiatannya itu tidak ada dampaknya secara nyata dalam hidupnya. Dia pun enjo...

FIQIH LEBARAN

SEPUTAR  FIQIH  LEBARAN Oleh  : KH. M. Shiddiq Al Jawi 🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀 Tak lama lagi kaum Muslim akan meninggalkan Ramadhan dan memasuki bulan Syawal. Setelah sebulan lamanya berpuasa, tibalah mereka merayakan Idul FitriLebaran. Apa saja hukum-hukum di seputar Idul Fitri dan bagaimana kaum Muslim menjalani bulan-bulan berikutnya pasca Ramadhan? Sunnah Idul Fitri ada tiga; yaitu berjalan menuju lapangan tempat shalat (mushala), makan sebelum keluar rumah, dan mandi. Banyak di antara umat Islam yang menganggap Idul Fitri sekadar makan-makan, hura-hura. Padahal banyak persoalan hukum terkait Idul Fitri atau lebaran ini. Maka, seharusnya sebagai seorang Muslim mengetahui persoalan fiqih seputar masalah tersebut. Fiqih Lebaran di sini maksudnya adalah sejumlah hukum syara yang terkait dengan hari raya Idul F...

PANCASILA

*AKU PANCASILA, KAMU? Pancasilais Gadungan* ========= *Renungan Kesaktian Pancasila!* *PANCASILA* By Arief B. Iskandar Pancasila itu sakti. Pancasila itu sakral. Pancasila itu suci. Pancasila itu harga mati. Pancasila itu asas; asas dari segala asas.Karena sakral, Pancasila tak boleh direndahkan. Ada kesan, di negeri ini orang boleh saja melecehkan Islam, mencampakkan Al-Quran, termasuk menghina Rasulullah sang teladan. Sebagian menganggap hal itu sebagai bagian dari ekspresi kebebasan yang dijamin demokrasi. Namun, tidak dengan Pancasila. Merendahkan dan menghina Pancasila adalah kejahatan tak terperi dan pastinya anti-demokrasi.Karena suci, Pancasila tak boleh diusik dan dikritisi. Ada kesan di negeri demokrasi ini Islam boleh saja diusik; al-Quran dan as-Sunnah boleh dikritisi. Namun, tidak dengan Pancasila. Sebab, bagi sebagian orang Pancasila itu lebih tinggi dari al-Quran maupun as-Sunnah. Pancasila digali dari nilai-nilai luhur nenek moyang bangsa Indonesia. Adapun al-Qura...

SIAPA YANG MENOLAK HUKUM SYARIAH?!

Saat Jubir HTI Menggebrak Meja. Saya tidak setuju syariah!” teriak salah seorang peserta sambil berdiri. “Tahukah saudara-saudara, salah satu hukum syariah adalah potong tangan. Saya tidak mau dipotong tangannya.” Lalu berdiri juga seorang peserta, “Saya juga tidak setuju.” Tak terduga, sesaat kemudian tindakan itu diikuti oleh hampir seluruh peserta yang juga sambil berdiri menyatakan ketidaksetujuannya terhadap ide penerapan syariah yang disampaikan oleh Jubir HTI. Siapa mereka? Jangan salah, mereka bukanlah non-Muslim. Mereka adalah peserta Training LK (Latihan Kader) II HMI beberapa waktu lalu. Ini adalah forum training lanjutan tingkat nasional yang diikuti oleh kader-kader HMI dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Kali itu diselenggarakan di Kota Tasikmalaya. Reaksi semacam ini tentu sangat mengejutkan. Bagaimana mungkin kader HMI menolak syariah? Mereka umumnya menolak mentah-mentah ide khilafah. Itu dikatakan sebagai ide yang absurd, tida...

Apakah HTI Mengakui Pancasila?

Oleh Ust. Zamroni Ahmad Pertanyaan: ____________ 1. apakah HTI mengakui Pancasila sebagai NKRI 2. lalu kenapa HTI masih makan, minum, dan berak di Indonesia?" Lalu ditambahkan lagi 3."sekarang HTI lelah dan stress karena bermuka dua" Dan pamungkasnya "konon katanya HTI tdk mengakui NKRI dan tdk mau hormat bendera.....?" Jawaban: ___________ Tmksh Pak. Pertanyaan spt yg Bpk ajukan mirip seperti kalau bertanya kepada pemain Real Madrid "apakah Anda mengakui kemenangan Valentino Rossi?" Padahal anak2 Real Madrid tidak punya urusan dengan Balap Motor. Domain mereka adl melibas Barcelona dan Atletico. smile emoticon Bpk perlu kenal HTI lbh dekat. Bahwa Domain HTI bkn mengangkat isu NKRI, Pancasila, dan semisalnya. Domain HTI adl perlawanan terhadap Neo-Imperialisme Barat. Sekarang, yang mesti ditanya adalah Bpk dan kawan2 lainnya "apakah rela dg bercokolnya Neo-Imperialis yg mengganyang umat Islam dimana2 dan merampas Sumber Alam di n...

Matematika Runtuhnya Peradaban

*Matematika, Runtuhnya Peradaban dan Hizbut Tahrir* _Oleh : Nopriadi Hermani, P.hd_ Tadi sore saya mengajarkan Teorema Green pada mahasiswa di kelas Kalkulus Vektor. Setelah menjelaskan tentang integral medan vektor pada lintasan tertutup, saya mengajak mahasiswa berbincang tentang kehidupan. Dialog seperti ini sering saya lakukan karena bagi saya mereka adalah aset berharga peradaban masa depan, bukan skrup industri. "Kalian saat ini tidak harus tahu aplikasi Teorema Green. Kadang saat belajar matematika kita tidak tahu dimana mengaplikasikannya. Matematika itu adalah ilmu alat. Alat kita berinteraksi dengan alam semesta ini. Bahasa yang digunakan para saintis saat  mendalami “keinginan" alam. Tidak hanya membantu memahami perilaku benda mati tapi juga makhluk hidup dan manusia. Bahkan, matematika telah digunakan untuk memahami fenomena psikologi, ekonomi, politik sampai masalah peradaban." Saya ceritakan ke anak-anak saya ini  bagaimana seorang matematikawan, berko...