Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Kita Serahkan pada Tuhan

Break sblum ke tmpat kerja :) Lagi ramai di sosmed statement menteri ktika ditanya solusi untuk rupiah yg melemah, "Kita serahkan sama Tuhan" Yuk simak dialog ini, bagian tengah ke akhir keren banget, nampar banget!! Yuk simak:: WARTAWAN IDEOLOGIS Suatu hari seorang Wartawan ideologis berkunjung ke kantor menteri perekonomian di sebuah Negri Bebek, dengan melewati berbagai prosedur kenegaraan, akhirnya sang wartawan ini bisa bertemu dan mewancarai bapak Menteri, kita simak pembicaraanya : Wartawan : Assalamu'alaikum Wr Wb... kami dari majalah "Ideologis" bermaksut hendak bersilaturrahmi dan mewawancarai bapak menteri sebentar, mohon di ijinkan Menteri : Oh....silahkan dek. Wartawan : Begini pak, sekarang ini Nilai tukar Rupiah terhadap dolar kan Anjlok hingga lebih dari 14 ribu Rupiah, bagaimana tanggapan bapak. Menteri : Ooo... sebenarnya Nilai Rupiah Stabil, hanya dolarnya saja yang Naik, dek. Wartawan :    (sambil garuk garuk kepala mendengar jawa...

Cinta dan Bunga

CINTA TIDAK HARUS DENGAN BUNGA,SAYANG…* Suami saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang. Dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal. Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian. “Mengapa?”, tanya suami saya dengan terke...

Semua Anak adalah Bintang

SEMUA ANAK ADALAH BINTANG Oleh : Septi Peni Wulandani  Saya teringat suatu peristiwa ketika Ara kecil bertanya tentang proses terjadinya adik di perut ibunya. Saya tidak menjawab langsung, mengajak Ara ke depan Video player kami, dan menyetel film "Proses terjadinya manusia" karya Harun Yahya. Saat melihat pergerakan ratusan juta sperma berkompetisi secara sehat untuk memperebutkan dirinya menjadi "sang juara" bertemu dengan satu telur. Saat itu juga Ara berkesimpulan " berarti aku ini juara sejak di perut ibu ya".Kalimat ini sungguh di luar dugaan kami, karena apa yang ditanyakan dengan kesimpulan yang dia dapatkan jauh dari bayangan saya waktu itu. Anak-anak yang terlahir ke dunia merupakan anak-anak pilihan, para juara yang membawa bintangnya masing-masing sejak lahir. Namun setelah mereka lahir, kita, orang dewasa yang diamanahi menjaganya, justru lebih sering "membanding-bandingkan" pribadi anak ini dengan pribadi anak yang lain.   BANDIN...

Renungan Rumah Tangga

RENUNGAN RUMAH TANGGA Bismillaahir rahmaanir rahiim... Silakan dibaca perlahan untuk diambil hikmahnya... ISTRI Pada suatu Subuh yang dingin, kudapati ibu sudah sibuk memasak untuk keluarga. Aku pun bertanya, “Ibu masak apa? Bisa kubantu?” “Ini masak gurame goreng. Sama sambal tomat kesukaan bapak,” sahut beliau sambil tangannya terampil menggoreng gurame. “Alhamdulillah... mantap, pasti. Mari saya bantu. Eh, bu... calon istriku, dia tidak bisa masak, loh...” selorohku. “Iya, terus kenapa?” sahut ibu. “Ya, tidak kenapa-napa sih, Bu... hanya cerita saja, he he he...” jawabku agak malu. “Jangan dipikir memasak, mencuci, menyapu, mengurus rumah, dan lain lain itu kewajiban istri, loh...” jawab Ibu. “Hah??? Maksud ibu...?” kataku kaget. “Itu semua adalah kewajiban lelaki...” jawab Ibu pendek. “Tapi bukankah Ibu setiap hari melakukannya?” tanyaku keheranan. “Kewajib...

Wali Songo Utusan Khilafah

SELAMATKAN GENERASI MUSLIM DARI PEMBODOHAN DAN KEBOHONGAN SEJARAH !!! -- WALI SONGO UTUSAN KHALIFAH Bisa dikatakan tak akan ada Islam di Indonesia tanpa peran khilafah. Orang sering mengatakan bahwa Islam di Indonesia, khususnya di tanah Jawa disebarkan oleh Walisongo. Tapi tak banyak orang tahu, siapa sebenarnya Walisongo itu? Dari mana mereka berasal? Tidak mungkin to mereka tiba-tiba ada, seolah turun dari langit? Dalam kitab Kanzul ‘Hum yang ditulis oleh Ibn Bathuthah yang kini tersimpan di Museum Istana Turki di Istanbul, disebutkan bahwa Walisongo dikirim oleh Sultan Muhammad I. Awalnya, ia pada tahun 1404 M (808 H) mengirim surat kepada pembesar Afrika Utara dan Timur Tengah yang isinya meminta dikirim sejumlah ulama yang memiliki kemampuan di berbagai bidang untuk diberangkatkan ke pulau Jawa. Jadi, Walisongo sesungguhnya adalah para dai atau ulama yang diutus khalifah di masa Kekhilafahan Utsmani untuk menyebarkan Islam di Nusantara. Dan jumlahnya ternyata tidak hany...

Merdeka itu...

Copas ✌ #MERDEKA. 1. Merdeka itu.... ketika Sumber Daya Alam Indonesia di Caplok Asing (Contoh : Kurang Lebih 80% Kilang Minyak Indonesia di kuasai Asing). 2. Merdeka itu.... Ketika Rakyat di Bebani berbagai Macam Pajak (Negara memalak Rakyat). 3. Merdeka itu..... Ketika Negara mencabut Subsidi Buat Rakyatnya (Alasannya biar rakyat bisa mandiri, Rakyat jadi beban APBN, padahal 75% APBN dari Uang hasil Pajak dari Rakyat) 4. Merdeka itu..... Ketika Negara Berlepas diri dari kewajibannya mengurusi Kesehatan Rakyatnya, Sehingga Rakyat di Suruh Iuran sendiri dan dipaksa Ikut BPJS yang Ribawi. 5. Merdeka itu.... Jika Koruptor di bebaskan, dan maling ayam di bui. 6. Merdeka itu.... Jika densus 88 Menembak mati "Tersangka" yang beragama Islam dan Presiden menjamu Otak pembakaran Masjid ke Istana. 7. Merdeka itu... Ketika Perusahaan Asing Bertahun tahun Mangkir Pajak di biarkan Namun Listrik rakyat Jelata di putus gara gara 3 bulan belum bisa bayar iuran. 8. Merdeka itu.... K...

Dana BPJS Hilang 1 Triliun

KPK Diminta Periksa Hilangnya Rp 1 Triliun Dana BPJS Di Pasar Bursa JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta segera memeriksa dana BPJS Kesehatan sebanyak Rp 1 Triliun yang hilang dibursa saham. Dana yang dikumpulkan BPJS itu adalah dana masyarakat dan ABPN yang peruntukannya adalah pembayaran pelayanan kesehatatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Demikian Salamuddin Daeng dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) kepada Bergelora.com di Jakarta, Sabtu (15/8). Menurutnya, memang dalam undang-undang Sistim Jaminan Sosial Nasional dan Undang-undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), BPJS diijinkan untuk menginvestasi dana tersebut dipasal modal dengan membeli saham dan obligasi. Namun kalau hilang seperti ini harus ada yang tanggung jawab. “KPK harus sera periksa. Masak gak ada yang tanggung jawab. Enak banget BPJS. Itukan bukan duit pribadi pejabat BPJS. Tapi uang negara dan dana masyarakat yang dipaksa untuk disetor ke BP...

Hafidzah Muda

Syayma. Enterpreneur muda yg hafidzah Syayma, Sebuah Mahkota Untuk Orangtuanya Saat masih duduk di kelas XII, dia punya mimpi yang -mungkin- hanya bisa menjadi bahan tertawaan: menghafal Al-qur’an satu juz sehari. Bermodal doa, keyakinan, dan kerelaan untuk melakukan perubahan ekstrem: tidur setengah jam sehari! Dia membuktikan bahwa tak ada yang mustahil jika Allah mengizinkan hal itu terjadi. Dia mengantongi sertifikat hafidzah sebelum ijazah SMA dia terima. Kini, mahasiswi Fakultas Kedokteran semester 6 ini adalah juragan kerudung dengan omset 15-20 juta per bulan. Infaq rutin yang dia keluarkan setiap bulannya berada pada angka tiga juta! Bukan hanya itu, dia adalah satu diantara 43 penerima beasiswa aktivis nusantara dari seluruh indonesia. Kini, dengan segala aktivitas dan pencapaiannya, dia masih sempat menjadi Wakil Ketua Umum sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat kampus. Mau tahu bagaimana ADK (Aktivis Dakwah Kampus) yang baru saja menginjak 21 tahun tepat sembilan h...

Merdeka Kita Level Berapa?

Prof. Fahmi Amhar MERDEKA KITA LEVEL BERAPA? Kita ini baru merdeka penuh di level 1, yakni merdeka fisik. Tidak ada lagi pasukan tentara asing yang petentang-petenteng di negeri ini. Kalau ada tentara asing, pasti sedang dalam misi penanggulangan bencana seperti saat Tsunami Aceh 2004, atau mereka yang sedang ikut latihan bersama UN-Stand By Force (SBF) di Sentul, Bogor. Di dunia, negara yang saat ini jelas tidak merdeka di level-1 adalah Afghanistan, Irak atau Palestina. Level 2 merdeka, itu merdeka memilih pemerintah. Secara normatif, pada level-2 ini, kita lebih merdeka dari Australia atau Canada. Siapa yang jadi kepala negara di sana, ditunjuk oleh Ratu Inggris. Australia atau Canada boleh saja bikin pemilu untuk mendapatkan Perdana Menteri baru. Tetapi yang melantiknya adalah Gubernur Jenderal yang ditunjuk oleh Ratu Inggris. Gubernur Jenderal itu pula yang akan mengesahkan UU, mengangkat panglima angkatan bersenjata, atau mengangkat dan memberhentikan para hakim. Tetapi pada l...

Fatwa Main Main

"FATWA MAIN-MAIN" Awalnya tegas: BPJS Haram! Selanjutnya fatwa melunak: BPJS bukan haram, hanya tidak sesuai kaidah syariah Islam. Berikutnya jadi ngawur: BPJS memberi kemanfaatan yang besar bagi masyarakat, sementara yang sesuai syariah belum ada, maka BPJS yang sekarang tetap bisa dijalankan karena termasuk hukum darurat. Ini apa-apaan? Fatwa kok main-main. Main-main kok mempermainkan fatwa. Kredit bank ribawi jika terbukti memberi kemanfaatan yang besar, apakah lantas hukumya diperbolehkan? Zina itu haram, lokalisasi prostitusi juga dilarang. Jika kemudian terbukti memberi kemanfaatan pada banyak orang, misalnya bisa membuka sangat banyak lapangan pekerjaan, apakah zina menjadi halal dan lokalisasi diperbolehkan? Minuman keras juga haram. Apa karena manfaatnya yang besar, dengan menghasilkan keuntungan berlipat, maka pemerintah (pemprov DKI) diijinkan memiliki saham di perusahaan bir? Fatwa itu pijakannya dalil syara'. Hukum halal dan haram sesuatu benda atau...

BPJS Haram?

BPJS BUKAN SAJA TIDAK SESUAI SYARIAH,TAPI JUGA HARAM Oleh: KH Hafidz Abdurrahman Pro-Kontra tentang BPJS kembali mencuat minggu lalu, setelah MUI menyatakan haram, melalui fatwa yang dikeluarkan dalam Ijtima’ MUI di Tegal beberapa waktu lalu. Meski kemudian melunak, setelah ada beberapa pihak yang menolak mengharamkannya, sebagaimana yang dinyatakan oleh Ketua PBNU,Said Aqil Siradj. MUI pun kemudian menyatakan,bahwa BPJS belum sesuai dengan prinsip syariah. Dalam Talkshow dengan TVOne, Dr. Syafii Antonio, menyatakan, bahwa masalah BPJS ini ada tiga. Pertama, terkait dengan ta’awun. Kedua, investasi. Ketiga, denda. Jadi, kalau ada yang belum sesuai dengan syariah, bisa diselesaikan dengan tiga skema tersebut. Tapi, benarkah, BPJS dengan produknya SJSN [Sistem Jaminan Sosial Nasional] itu hanya tidak sesuai dengan syariah, sehingga bisa disyariahkan? Ataukah, memang BPJS dan SJSN-nya memang haram dari asasnya, sehingga tidak mungkin disyariahkan? Inilah yang hendak dibaha...