Postingan

PANDEMI CORONA DAN RASA CINTA

[Jangan tanya kenapa tiba-tiba jadi melodrama. Mungkin karena dirumah aja. Yang penting baca saja. Pastikan selesai, jangan hanya lewat kemudian pergi tanpa kata. Sengaja pakai bahasa manis. Karena lagi menghindari bahasa sadis.] . PANDEMI CORONA DAN RASA CINTA oleh @nuo_de_uno . Ingin bahas corona dengan bahasa sederhana. Karena bukan ahli medis yang akrab dengan fakta corona Hanya orang biasa yang terkena dampak corona dan sekarang #dirumahaja . Bagi saya, penyebaran corona seperti tumbuhnya rasa cinta. Datang tiba-tiba tanpa pernah disangka. Kemudian berlabuh dan tanpa sadar menetap bak dermaga. Ya, seperti corona! . Iran, Rusia, menuduh Amerika penyebar Corona. Lalu Amerika, menuduh Chinalah pelakunya. Dan China, berdalih Indonesialah asal mulanya. Lalu Indonesia? Sudahlah, pasti semua tahu jawabannya. Seperti biasa, berkelakar didepan media massa Lengkap dengan teks dan pengeras suara Tak lupa, wartawan dan kamera siap siaga Dan pelakunya adalah mereka yang tak ...

3 Pembiasaan Perusak Pribadi Anak

Oleh : Iwan Januar كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ، كَمَثَلِ الْبَهِيْمَةِ تَنْتِجُ الْبَه...

HUKUM MENIKAHI DAN MENIKAHKAN WANITA HAMIL DI LUAR NIKAH

Oleh : KH Hafidz Abdurrahman . Soal: Bagaimana hukum menikahi dan menikahkan wanita yang hamil di luar nikah? . Jawab: Menikah dengan wanita hamil ada dua kemungkinan. Pertama: wanita tersebut adalah pasangan zina pria yang hendak menikahi dirinya. Kedua: wanita tersebut bukan pasangannya, atau hamil karena berhubungan badan dengan orang lain. . Bagi wanita yang hamil karena zina, baik zina dengan pasangan yang hendak menikahinya, atau zina dengan orang lain, maka hukum menikahinya ada tiga pendapat. . Pertama: haram dinikahi. Ini merupakan pendapat mazhab Maliki, Abu Yusuf dan Zafar dari mazhab Hanafi;(1) termasuk Ibn Taimiyah dan muridnya, Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah. . Kedua: boleh dinikahi tanpa syarat. Ini merupakan pendapat Abu Hanifah dan Muhammad dari mazhab Hanafi, dan mazhab Syafii.(2) . Ketiga: boleh dinikahi dengan syarat: (a) kehamilannya telah berakhir atau habis masa ‘iddah-nya; (b) bertobat dengan tobatan nashuha. Ini merupakan pendapat mazhab Hanbali....

Ketika Setan Memfitnah Setan

Oleh: M Taufik NT Imam al Qurthubi (w. 671 H), dalam tafsirnya menceritakan bagaimana kegigihan Setan dalam mengoda keluarga Nabi Ibrahim supaya tidak menjalankan perintah Allah untuk menyembelih putranya sendiri, Isma’il. . Setan menyerupai seorang lelaki, lalu mendatangi Hajar, ibunya Isma’il, dan berkata: أَتَدْرِينَ أَيْنَ يَذْهَبُ إِبْرَاهِيمُ بِابْنِكِ ‘Apakah kau tahu kemana Ibrahim pergi bersama putramu?’ . Jawab Hajar: La (‘Tidak!’), Setan berkata: إِنَّهُ يَذْهَبُ بِهِ لِيَذْبَحَه...

Keshalihan Ortu Berpengaruh pada Anak-cucu di Dunia dan Akherat

Oleh: Shalih Hasyim WAHAI bapak dan ibu, ketika kita dapati anak kita tidak sesuai dengan harapan, maka terlebih dahulu hendaknya kita melihat diri kita. Barangkali pada diri kita masih ada kesalahan atau dosa-dosa yang masih sering kita lakukan. Karena sesungguhnya amalan-amalan yang dilakukan orangtua akan memberi pengaruh terhadap keshalihan anak. Seorang anak yang melihat ayahnya selalu berdzikir, mengucapkan tahlil, tahmid, tasbih, dan takbir niscaya akan menirunya mengucapkan kalimat-kalimat tersebut. Demikian juga seorang anak yang diutus orangtuanya untuk memberi sedekah kepada orang-orang miskin dirumah-rumah berbeda dengan seorang anak yang disuruh orangtuanya membeli rokok dan barang-barang memabukkan. Seorang anak melihat ayahnya berpuasa senin kamis dan melaksanakan shalat jumat dan jama’ah tidak sama dengan anak yang melihat kebiasaan ayahnya nongkrong di kafe, diskotik, dan bioskop. Kita bisa membedakan antara seorang anak yang sering mendengar adzan dengan seora...

HUKUM JALAN SANTAI BERHADIAH

HUKUM JALAN SANTAI BERHADIAH Oleh: Ust M Shiddiq Al Jawi . Tanya : Ustadz, apa hukumnya jalan santai berhadiah? Para peserta membayar uang pendaftaran, hadiah bagi pemenang berasal dari uang pendaftaran, dan pemenang ditentukan dengan cara diundi. (Mochamad Mufti, Yogyakarta). . Jawab : Jalan santai berhadiah tersebut dan aktivitas-aktivitas lain yang semisal itu, hukumnya haram karena termasuk judi (al maisir, al qimar). Padahal Islam telah tegas mengharamkan judi, sesuai firman Allah SWT (yang artinya), ”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar (minuman keras), berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah kotor (rijsun) termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS Al Maaidah [5]: 90). Berdasarkan ayat tersebut, para fuqaha sepakat bahwa judi hukumnya haram. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, 39/405). Keharaman judi ditunjukkan oleh beberapa indikasi (qarinah) y...

PENYALAHGUNAAN QAIDAH FIQH UNTUK MENGIKUTI PEMILU

Oleh: KH. M Shiddiq Al Jawie Biasanya, menjelang Pemilu akan berseliweran di pelbagai media berbagai justifikasi agar umat Islam terlibat dalam Pemilu. Sebagiannya menggunakan kaidah-kaidah fikih (al-qawa’id al-fiqhiyyah). Misalnya kaidah adh-dharurah tubih al-mahzhurat, yang berarti kondisi darurat membolehkan hal-hal yang diharamkan. Maksudnya, keikutsertaan umat dalam Pemilu dalam sistem demokrasi sekarang, diakui hukum asalnya haram. Pasalnya, Pemilu Legislatif berarti memilih wakil rakyat yang di parlemen akan melegislasi hukum kufur, bukan hukum syariah Islam. Namun kemudian, ada pertimbangan, Pemilu dalam sistem demokrasi saat ini adalah darurat sehingga akhirnya dibolehkan. Alasannya, kalau tidak memilih (alias golput) akan menimbulkan kemadaratan yang lebih besar, yaitu dominasi orang kafir atau pihak yang tidak menghendaki umat Islam kuat. Sebaliknya, dengan memilih, kemadaratannya lebih kecil. Menurut mereka, ini sesuai dengan kaidah fikih yang berbunyi: Yukhtaru ahwa...

KETIKA CHINA GEMETAR DI HADAPAN KHILAFAH

Oleh: KH Hafidz Abdurrahman Keberhasilan Khilafah Islam, di zaman al-Walid bin ‘Abdul Malik, menaklukkan wilayah Wara’ Nahr, atau Asia Tengah, di bawah panglimanya Qutaibah bin Muslim, yang dimulai sejak tahun 86 H/705 M, mempunyai dampak politik yang luar biasa. Khususnya setelah wilayah Kirgistan berhasil ditaklukkan tahun 95 H/714 M. Qutaibah tidak berhenti sampai di sana, tetapi terus merangsek ke depan hingga sampai di perbatasan Cina. Qutaibah meninggalkan Murwa menuju ke Kashgir, kota paling ujung menuju ke Cina. Ketika sampai di Kashgir, Kekaisaran Cina saat itu mengirim delegasi untuk menemui Qutaibah, dan menyampaikan hasrat Kaisar agar Qutaibah bersedia mengirimkan delegasi ke ibukota Cina untuk diajak berunding. Qutaibah pun mengirimkan utusan yang dipimpin oleh Hubairah bin al-Masymaraj, yang bertujuan melakukan pembahasan dengan pihak Kekaisaran Cina. Kekaisaran Cina sendiri berusaha untuk menghentikan penaklukan Islam yang mengarah ke wilayahnya. Qutaibah m...

Ketika Khalifah dikritik

oleh Ust Dindin Misbahudin Suatu Hari, Usai Mengurus Pemakaman Jenazah Sulaiman bin Abdul Malik, Sang Khalifah Umar bin Abdul Aziz pulang ke rumah untuk istirahat sejenak. Tiba-tiba Abdul Malik bin Umar, Putra Sang Khalifah, Menghampirinya. Ia bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, Apakah gerangan yg Mendorong Engkau Membaringkan diri di siang hari seperti ini ?” Umar bin Abdul Aziz Tersentak Campur Kaget Tatkala Sang Putra Memanggilnya dengan Sebutan Amirul Mukminin, Bukan Ayah, Sebagaimana Biasanya. Ini isyarat, bahwa Putranya tengah Berbicara bukan sebagai Anaknya, melainkan Sebagai Rakyatnya yg Meminta Pertanggungjawaban Ayahnya sebagai Pemimpin Negara, Bukan Sebagai Kepala Keluarga. Umar bin Abdul Aziz menjawab Pertanyaan Putranya, “Aku Letih dan Butuh Istirahat Sejenak.” “Pantaskah Engkau Beristirahat, Padahal masih banyak Rakyat yg Teraniaya ?” Kritik Sang Rakyat yg 'Kebetulan' Anaknya. “Wahai Anakku, Semalam Suntuk Aku Menjaga Pamanmu. N...

IMF DAN WB, KEDUANYA BERBAHAYA BAGI INDONESIA

Oleh: Ahmad Khozinudin, S.H. Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menbuat pujian semu dengan menyebut ekonomi Indonesia sangat baik dibawah kendali Presiden Joko Widodo (Jokowi). Karenanya, ia menyebut Indonesia tidak membutuhkan pinjaman IMF. "Pinjaman dari IMF bukan pilihan, karena ekonomi Indonesia tidak membutuhkannya. Ekonomi Indonesia dikelola dengan sangat baik oleh Presiden Jokowi, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan rekan-rekan mereka," ujarnya dalam keterangan resmi (9/10). Pernyataan ini belumlah final, sebab yang perlu di ukur adalah kebijakannya bukan pernyataannya. Penegasan direktur IMF ini perlu dikonfirmasi oleh waktu. Pernyataan ini bisa berubah setiap saat, sebagaimana pernyataan Ratna Sarumpaet yang berubah dan menimbulkan hoax. Pernyataan direktur IMF ini bisa sekedar hoax pencitraan untuk melindungi IMF dan muka rezim, ditengah kritik k...

NEGERI PemBOHONG!

“Hoax terbesar bukan menyebar berita bohong, tapi menyembunyikan kebenaran dari publik” Prof. DR Daniel Mohammad Rosyid Ratna Sarumpaet telah menguak potret diri bangsa ini saat ini : negeri bohong. Padahal pendiri Republik ini adalah orang-orang berintegritas. Jika dibiarkan saja, sebentar lagi negeri ini bakal hilang ditelan lumpur kebohongan. Saat ini Pancasila hanya disebut sambil lalu tapi sudah tidak nyambung dengan konstitusi yg kita pakai saat ini. Juga tidak nyambung dalam praktek berbangsa dan bernegara. Semua cara dihalalkan secara komunistik, sementara kehidupan ekonomi sangat kapitalistik. Perayaan pertemuan IMF dan WB di Bali Oktober ini dengan biaya nyaris Rp. 1T  adalah aksi anti-Pancasila yang paling  terang-terangan di tengah ketiadaan dana penanggulangan bencana di Lombok dan di Sulawesi Tengah.   Mengatakan "Saya Pancasila" adalah _hoax_ paling besar. Yang berlaku saat ini adalah UUD 2002, BUKAN UUD1945, karena sudah diamandemen ...

Ketika Khalifah dikritik

oleh Ust Dindin Misbahudin Suatu Hari, Usai Mengurus Pemakaman Jenazah Sulaiman bin Abdul Malik, Sang Khalifah Umar bin Abdul Aziz pulang ke rumah untuk istirahat sejenak. Tiba-tiba Abdul Malik bin Umar, Putra Sang Khalifah, Menghampirinya. Ia bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, Apakah gerangan yg Mendorong Engkau Membaringkan diri di siang hari seperti ini ?” Umar bin Abdul Aziz Tersentak Campur Kaget Tatkala Sang Putra Memanggilnya dengan Sebutan Amirul Mukminin, Bukan Ayah, Sebagaimana Biasanya. Ini isyarat, bahwa Putranya tengah Berbicara bukan sebagai Anaknya, melainkan Sebagai Rakyatnya yg Meminta Pertanggungjawaban Ayahnya sebagai Pemimpin Negara, Bukan Sebagai Kepala Keluarga. Umar bin Abdul Aziz menjawab Pertanyaan Putranya, “Aku Letih dan Butuh Istirahat Sejenak.” “Pantaskah Engkau Beristirahat, Padahal masih banyak Rakyat yg Teraniaya ?” Kritik Sang Rakyat yg 'Kebetulan' Anaknya. “Wahai Anakku, Semalam Suntuk Aku Menjaga Pamanmu. N...

AJAL PERNIKAHAN

Oleh: KH Hafidz Abdurrahman (Khadim Ma'had Syaraful Haramain) Entah sudah berapa kali saya mengisi taushiyah pernikahan. Terutama hari-hari ini. Yang menarik, karena Allah menyebut pernikahan ini sebagai ayat-ayat-Nya (Q.s. ar-Rum: 21) Pernikahan memang merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah, sebagaimana hidup dan mati itu sendiri. Kalau bukan karena kuasa-Nya bagaimana mungkin pasangan dari latar belakang yang berbeda bisa disatukan dalam ikatan pernikahan? Kalau bukan karena kuasa Allah, bagaimana mungkin keluarga besar yang beragam itu akhirnya bisa menyatu Maka, Allah pun menyebutnya dengan ungkapan, "An Khalaqa lakum min anfusikum Azwaja." (Menciptakan pasangan untuk kamu dari jenis kamu). Kata "Khalaqa" digunakan Allah untuk menunjukkan, bahwa pernikahan ini karena skenario-Nya. Pernikahan ini karena kuasa-Nya. Kita boleh saja berusaha, tetapi siapa yang bisa menggenggam hati manusia hingga tidak berubah Maka, sebagaimana kematian, menikah pun sudah ad...

KHILAFAH DAN SAINS

KHILAFAH dan SAINS Saya ingat semasa SMP diajak Papa mengikuti kuliah umum Dr Nurcholis Majid tentang peradaban Islam. Tentang masa Khilafah, beliau bilang jangan alergi dengan episode pertumpahan darah masa itu. Kalau untuk mengapresiasi panjang kereta, jangan lihat kepala gerbong dari depan, tapi lihatlah dari samping, dan anda akan apresiasi betapa panjangnya kereta peradaban Islam selama 1300 tahun. Dalam era sepanjang --atau tepatnya-- selama itu, tidak ada (atau mungkin jarang terekam)  kisah pembersihan etnis suku maupun pemeluk agama tertentu. Hingga kini para ilmuwan masih bertanya apa yang membuat warga Mesir, Afrika Utara, dan Syam Raya (Jordan, Lebanon, Suriah, Palestina) yang awalnya merupakan wilayah kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) yang notabene kristen (koptiks, ortodoks) bisa "berpindah agama" en bloc tanpa ada catatan sejarah persekusi masif.. Tidak dipungkiri memang ada Khalifah yang memang terbunuh , tapi demikian juga banyak Presiden Amerika Serikat...

MENDIDIK BUKAN MENDADAK

Mendidik itu tidak mendadak Mendidik anak anak itu tidak bisa kontan , ia harus kredit . Mendidik anak itu harus di cicil agar tidak terada berat . Karenanya lihatlah perintah Rasulullah saw " Perintahkan anakmu shalat saat ia berusia 7 tahun dan pukullah saat ia berusia 10 tahun " Itu artinya kita harus memerintahkan anak kita shalat sebanyak   5475 kali , hasil ini adalah akumulasi dari bahwa shalat itu sehari 5 kali dan di kali 3 tahun . Sudahkah sebanyak itu kita memerintahkan anak kita shalat ? sehingga shalat sudah menjadi bagian dari dirinya dan menjadi kebutuhannya , lalu ia melakukannya tanpa beban . Memerintahkan anak shalat itu harus dengan kesabaran yang tanpa batas dan tanpa lelah Allah berfirman "Dan perintahkan keluargamu untuk shalat dan bersabarlah dalam memerinfahkannya .(Thaha 132 ) Anak anak itu bagaikan ranting yang mudah dibentuk , namun jika ia sudah besar ia bagaikan kayu besar yang susah di untuk di rubah . Masa anak anak adalah masa yan...

WASIAT EMAS IMAM ABU HANIFAH PADA MURIDNYA

Abu Hanifah memiliki murid bernama Yusuf bin Khalid As-Simani, ketika merasa cukup dalam menuntut ilmu kepada Abu Hanifah, ia bermaksud kembali ke Bashrah. Abu Hanifah berkata kepadanya, “Janganlah kembali dahulu sebelum aku membekali kamu dengan wasiat yang akan kamu butuhkan dalam berinteraksi dengan masyarakat, membina pribadi, dan menata umat sehingga jika kamu keluar dengan ilmu yang kamu miliki, kamu membawa alat yang sesuai dengan ilmu tersebut, kamu menimbangnya dan tidak mencelanya.” Berikut ini wasiat emas sebagai pembekalan tersebut, para ulama menamakannya “Wasiat Emas”.     “Jika kamu salah dalam berinteraksi dengan masyarakat, mereka akan menjadi musuhmu sekalipun mereka adalah Bapak dan Ibumu.. Tapi jika kamu berinteraksi dengan baik, sekalipun mereka bukan kerabatmu maka akan menjadi Bapak dan Ibumu…     Jika kamu telah masuk Bashrah, orang akan menjemput, mengunjungi, serta mengetahui dengan persis h...