Angan-anganku. . .

��Dari pengalaman seseorang yg patut kita renungkan:

��Dulu aku berangan-angan….
Andai aku jadi pegawai kantoran…
Dan benar akhirnya terwujud, akupun bekerja..dan akupun terobsesi untuk segera menikah.

��Dan angan-anganku tercapai..akupun menikah..dan akupun berangan-angan untuk punya anak..

����Dan benar saja, akupun dikaruniai anak -anak.
Lalu akupun kembali berangan-angan...Andai aku memiliki rumah besar ada halaman luas.

����Dan benar saja, setelah berusaha keras akupun memiliki rumah itu, dan..anak anak ku sekarang sudah dewasa..akupun kembali berangan-angan..aku dapat menikahkan mereka…
Dan benar saja, akhirnya merekapun menikah.

����Tapi lalu aku jenuh dg pekerjaanku dg segala kesulitannya.semuanya terasa sangat melelahkanku.
Akupun kembali berangan-angan
Andai aku segera pensiun agar aku dapat beristirahat.
Dan tibalah saat pensiunku..

����Akan tetapi akupun tinggal seorang diri persis seperti kala aku baru lulus kuliah dahulu.

��Dulu ketika baru lulus kuliah aku menyongsong kehidupan, sementara saat ini aku sdg menyongsong akhir kehidupan
Namun meskipun demikian, aku masih saja memiliki setumpuk angan -angan…

Kini aku berangan-angan �� Untuk menghafalkan Al Qur’an
Tapi… ingatanku telah berkurang (cepat lupa)

��Aku berangan-angan untuk berpuasa mendekatkan diri kepada Allah..tapi kesehatanku tidak lagi mendukungku.

����Aku juga berangan-angan untuk bangun shalat malam..Tapi kakiku tak mampu lagi menahan beban tubuhku

☝Sungguh benarlah Sabda Rasulullah
“Pergunakanlah sebaik-baiknya 5 perkara sebelum datangnya 5 perkara"✋

��Ya Allah! Bantulah kami untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu dan beri kami kekuatan untuk melakukan ibadah sebaik-baiknya kepada-Mu. Aamiin

Oleh : Ustadz Firanda Andirja, MA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelestarian Alam dan Hutan di Era Khilafah

Empat Kewajiban Muslim dan Muslimah

Bunda, dengarkan Ceritaku