Dipusingkan Oleh Mimpi


Mereka bilang, Khilafah itu mimpi.

Anehnya, mereka yang mengatakannya malah melakukan segala cara untuk menghalanginya.

Aneh.

Kalau cuma mimpi, untuk apa repot-repot dihalangi? Lagipula, kita yang bermimpi, kenapa mereka yang repot?

Kalau sudah begini, jadi ingat kisah permulaan dakwah Rasulullah.

Awalnya, dakwah beliau dicueki, karena dianggap sekadar mimpi seorang pemuda yang sedang mencari jati diri. Namun lambat laun, 'mimpi' itu mulai meresahkan, pendukungnya makin kuat, pengikutnya makin banyak.

Maka, kaum kafir Quraisy mulai menyebarkan kepada masyarakat bahwa dakwah Rasulullah adalah ancaman. Aneh kan? Mimpi kok mengancam.

Mirip ya dengan yang sekarang terjadi. Mereka melakukan segala cara untuk membuat masyarakat takut dengan mimpi kita.

Saking niatnya, mereka sampai memasang 'agennya' di beberapa organisasi besar di Indonesia. Dan melalui corong agen-agen itu, mereka ingin masyarakat sepakat dengan mereka bahwa Khilafah adalah ancaman.

Mirip ya.

Begitulah sejarah. Ia hanya mengulang kisah yang sama, dengan waktu, tempat dan tokoh berbeda.

Sayf Muhammad Isa pernah menulis, sejarah adalah cerita tentang pilihan-pilihan orang di setiap zaman, dan akibat yang mereka terima karena pilihan mereka tersebut.

Nah. Para penghalang tegaknya Khilafah sebenarnya sudah tahu bagaimana akibat dari pilihan Abu Jahal dan Abu Lahab yang menghalangi Islam. Namun anehnya, mereka tidak mengambil pelajaran.

Seolah-olah mereka lupa, bahwa akhir sejarah selalu sama, pembawa kebenaran akan menang dan mulia, sedangkan para penghalangnya akan kalah dan hina. Selalu begitu.

Oiya, akhir upaya para penghalang dakwah Rasulullah adalah saat Fathul Mekkah. Saat itu, di dekat ka'bah, Rasulullah mengumpulkan para pembesar Quraisy yang selalu menghalangi dakwah.

Rasulullah naik ke atas pintu ka'bah, kemudian melontarkan pertanyaan yang membuat para pembesar kafir itu menggigil.

"Menurut kalian, apa yang akan aku lakukan pada kalian?" Tanya Rasulullah.

Anda tahu, bagaimana jawaban orang-orang yang dahulu sangat keras memusuhi Islam ini?

"Engkau saudara kami yang mulia, dan putra saudara kami yang mulia..." Ucap mereka  mereka lirih, sambil tertunduk menghiba.

Hilang. Hilang keangkuhan yang mereka junjung selama ini. Tertunduk kalah di hadapan orang yang dulu mereka anggap mimpi di siang bolong.

Ya, begitulah kesudahan para penghalang dakwah Rasulullah, yang insyaallahu kisahnya akan terulang kembali di zaman ini.

Kalau dulu mereka bilang Khilafah adalah mimpi, kemudian sekarang mereka katakan Khilafah adalah ancaman, maka saat Khilafah kembali tegak nanti, sepertinya mereka akan mengatakan, "Kami juga pendukung Khilafah kok."

-terinspirasi dari quote pendek ustadz Abu Syamil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelestarian Alam dan Hutan di Era Khilafah

Empat Kewajiban Muslim dan Muslimah

Bunda, dengarkan Ceritaku